Menemukan Tuhan!..

May 3, 2013 § Leave a comment

Suatu saat seseorang merasakan pengalaman luar biasa tatkala ia baru pertama sekali terbang bersama burung besi yang bernama pesawat terbang. Pandangannya tak henti merekam setiap detail bentuk awan-awan putih menggulung dengan latar belakang langit biru yang kontras, begitu juga cembung gunung dan ceruk lembah jauh di bawah sana yang menghijau.

Ada rasa takjub yang merayap dalam jiwanya dan mendorong hatinya untuk memuji kebesaran dan keagungan Allah Ta’ala, namun tatkala aku merasakan goncangan-goncangan pada pesawat saat mengalami turbulensi akibat cuaca yang kurang baik maka muncullah rasa takut dan cemas dalam hatinya, seketika rasa bahagianya sirna. Ia menemukan dirinya menjadi sosok manusia yang kecil dan tidak berdaya. Batas antara hidup dan matinya ternyata tipis sekali saat itu, diapun menyerahkan hidup dan matinya hanya pada ketentuan Allah Ta’ala
Pada sa’at yang sama, jauh dibawah pesawat tadi, di atas punggung bumi. Seseorang pulang ke rumah, ada momen terindah yang selalu didapatinya di kamar tidurnya setelah penatnya beraktifitas seharian. Tatkala sang buah hatinya tertidur pulas, maka pandangannya diarahkan ke wajah anaknya yang seang tertidur. Ia merekam setiap detail wajahnya anaknya yang polos dengan kasih sayang. Ada rasa bahagia membuncah dalam dadanya, namun juga ada rasa takut dan cemas atas masa depan buah hatinya. Mampukah dirinya memberi yang terbaik bagi anaknya kelak, mampukah dirinya mendidik anaknya menjadi anak yang saleh.
Dalam reungannya ia menemukan kebesaran dan keagungan Allah Ta’ala yang telah memberinya momen terindah dan memberikan momen tepat untuk menyerahkan segala pengharapannya hanya pada Allah Ta’ala.
Orang pertama menemukan Allah ta’ala sa’at ia sedang berada di ketinggian dalam sebuah pesawat terbang dalam rasa takjub dan cemasnya, sementara orang kedua juga menemukan Allah ta’ala dalam rasa bahagia dan cemasnya. Banyak sekali bahasa Allah Ta’ala di semesta raya ini dalam berkomunikasi dengan makhluknya, dalam bahasa yang sederhana dalam keseharian kita, tinggal kitanya saja yang peka atau tidak dalam mengartikannya.

أشهد أن لا اله الا الله وأشهد ان محمد رسول الله

Advertisements

February 27, 2012 § Leave a comment

free counters

Mengarang, Kebohongan Yang Baik ??

August 29, 2011 § Leave a comment

Menulis?, ah sama saja dengan menyiksa diri. Bagiku menulis adalah mengarang, menghayal dan berbohong atas semua ungkapan imajinasiku.. hmm terlalu berlebihankah pemikiranku??
Mengarang membawaku kembali kepada situasi tersulit masa-masa sekolah dulu.
Setiap pelajaran mengarang di masa-masa sekolah dulu membawaku dalam keadaan tidak nyaman selain sakit perut di dalam kelas hehe. Mengaranglah yang berhasil menjadikan aku anak yang lasak di kelas menjadi patung batu di atas kursiku. Otomatis kertaspun kosong setelah dipelototin berjam-jam lamanya. Sementara temanku sebangku terlihat begitu menikmati aktifitas yang satu ini, sesekali aq melihatnya seperti sedang menyantap makanan lezat semisal satu mangkung sop daging yang panas, atau sedang menikmati makanan terlezat lainnya.
Beuh,.. dia mengatakan padaku mengarang adalah pekerjaan favoritnya.., sementara aq masih memaki-maki pelajaran yang satu ini dalam batinku.Ah andai saja dia tahu aq begitu membenci perkataanya! Sehingga kamipun sering terlibat perdebatan yang sengit untuk saling mempertahankan pendapat kami dan saling memperngaruhi satu sama lainnya.
Pernah aku berpikir mengarang adalah pekerjaan orang yang senang berbohong dalam kesehariannya. Karena dia selalu mengarang, tidak pernah mengatakan yang sebenarnya sesuai dengan realita yang ada, sementara aku adalah orang yang jujur karena aku tidak suka dan tidak pandai mengarang sehingga aku jujur untuk mengumpulkan kertas jawaban yang kosong karena tidak pandai menuliskan tipuanku. Seharusnya aku mendapatkan nilai 10 di kelas karena kejujuranku.. aku tidak mengerti kenapa yang difavoritkan justru yang banyak menuliskan tipu muslihatnya.
Teman lihatlah sebuah contoh berikut ini, pernahkah kita mendengar ungkapan: „ Ah ngarang kamu“ atau „ Ah kamu Cuma pintar mengarang, mana buktinya??“, nah ini kan artinya bukti bahwasannya mengarang adalah menipu. Bukan begitu teman?? Ah kalaupun kau tak setuju, tak ada ruginya bagiku.
Kalau kau masih bimbang atas pendapatku, maka perhatikan satu contoh lagi berikut ini. Suatu waktu pernah seorang Dosen di tempatku ditempa menjadi sarjana Arsitektur melontarkan ucapan kepada seorang mahasiswanya yang baru saja berargumentasi mempertahankan konsep perancangannya mengenai sebuah konsep disain Arsitektur sebuah bangunan. Selepas mahasiswa berargumentasi langsung si dosen dengan nadanya suaranya yang tinggi mengeluarkan ucapan „Ah jangan ngarang kamu, saya minta data yang valid“. Nah loe,.. Artinya si mahasiswa tersebut di duga „mengarang indah“ oleh si dosen tanpa ada dasar ilmiah sama sekali. Hehe..bagaimana teman? Apakah kau sependapat denganku bahwa mengarang sama halnya dengan menipu..Kali ini kau harus percaya teman, karena kalau tidak maka kau akan mati muda!… Begitu kata orang tua-tua di kampung. Ini bukan karanganku, tapi data yang valid dari tetua kampung-kampung kita di Nusantara.
Nah, ungkapan ini pun menjadi populer di kalangan seluruh mahasiswa waktu itu untuk menggambarkan „profil“ sang tersebut. Seolah-olah ini menjadi fatwanya untuk kami semua para mahasiswanya agar jangan pernah sekali-kali berargumentasi tanpa adanya dasar ilmiah di kampus. Ah lega juga akhirnya ada juga fatwa yang menjawab keragu-raguan apakah boleh mengarang untuk berargumentasi atau tidak di depan para dosen, hehe. Diharapkan fatwa ini memberi panduan dan kenyamanyan dalam berargumentasi di kampus.
Teman, mari aku tunjukkan satu hal yang akan membuatmu sedikit lega, karena mengarang tidak selalu identik dengan kebohongan yang buruk, ada juga kebohongan yang baik untuk diberitakan ke orang lain. Ini aku ceritakan padamu sedikit.
Apakah kamu mengenal Gayus Tambunan??, jangan katakan kamu tidak mengenalnya.. ya dia adalah pembohong murni semata, bukan penulis kok aku Cuma ingin mencoba pengetahuan umum kamu….Bagaimana dengan JK Rowling, Andrea Hirata atau Habiburrahman El Shirazy?? Mereka benar-benar penulis kok..atau kamu lebih mengenal bang Rhoma Irama dari pada mereka??
J.K Rowling menuliskan kebohongan dari imajinasi fiktif dia menjadi cerita Hary Potter sehingga bisa hadir di kepala-kepala kita, tidak hanya dari luar negeri. Di nusantara kita juga mengenal hadirnya cerita Laskar Pelangi yang merupakan khayalan dari Andrea Hirata begitu juga Ayat-ayat cinta ataupun Ketika Cinta Bertasbih yang begitu fenomenal dari karya Habiburrahman El Shirazy, dan lain-lainnya. Ah kalau membaca karya-karya mereka aku menjadi iri, tulisan mereka begitu indah mengalir dan memberi manfaat untuk banyak orang. Ingatanku kembali lagi pada temanku sebangku yang begitu menyukai dalam bidang tulis-menulis. Semoga saja dia masih suka menulis dan aku menemukan karyanya yang dipublikasikan juga. Hmm dimana dia sekarang ya, jangan-jangan dia malah memiliki pemikiran yang terbalik denganku sekarang sehingga dia yang dulunya suka menulis menjadi anti menulis. Semoga saja tidak, jika benar maka aq pasti merasa sangat berdosa karena telah membawanya ke lembah kegelapan tak bertepi..ma’afkan aku teman… aku tak bermaksud seperti itu. Perdebatan-perdebatan kita dulu cuma perdebatan kusir yang tak ada pangkal dan ujung..
Teman mau kukatakan sesuatu padamu? Yang sebenarnya pernyataan ini membuat aku malu padamu dan pada diriku sendiri.. karena kamu akhirnya benar teman, bahwa menulis itu baik bagi kita untuk bisa memberi manfaat bagi orang lain. Akhirnya aku ingin bisa menulis dengan baik. Ya aku ingin bisa lancar menulis dan menulis yang banyak dan bisa memberikan manfaat bagi orang lain… semoga mood aq menulis tidak hilang lagi, jika tidak aku sudah malas mencari dimana dia berada di tengah-tengah hingar-bingar kehidupan di Jerman ini.

Alman Faluthi
Marburg, Ramadhan 29, 1432 H/August 29, 2011

Berita Foto

February 10, 2009 § 5 Comments

Satu unit truk pengangkut material pada proyek pengerjaan jalan Banda Aceh-Calang terguling saat menurunkan muatan

Satu unit truk pengangkut material pada proyek pengerjaan jalan Banda Aceh-Calang terguling saat menurunkan muatan

Tergulingnya truk pengangkut material menyebabkan kemacetan lalulintas beberapa saat

Tergulingnya truk pengangkut material menyebabkan kemacetan lalulintas beberapa saat

Satu unit alat berat berusaha mendorong truk yang terguling ke kembali pada posisi semula

Satu unit alat berat berusaha mendorong truk yang terguling ke kembali pada posisi semula

Setelah dibantu dua unit alat berat truk pengangkut material berhasil dikembalikan keposisi semula

Setelah dibantu dua unit alat berat truk pengangkut material berhasil dikembalikan ke posisi semula

Fotografi Sambil Bekerja

February 5, 2009 § 1 Comment

Konica Minolta Dimage Z20

Konica Minolta Dimage Z20

Kemanapun pergi aku selalu merasa nyaman apabila kamera digital Konica Minolta Dimage Z-20 selalu terselempang di bahuku. Alasannya fotografi, aku menyenanginya kapan saja dan dimana saja sampai-sampai pada saat bekerjapun aku selalu mencoba menyempatkan diri untuk mengambil gambar-gambar.

Tuntutan situasi kerja yang padat semakin membuat imajinasi dan intuisi semakin tergali lebih dalam.

Berikut beberpa hasil foto yang aku ambil pada saat bekerja.

kerja rapi dan tidak sama saja capeknya....

kerja rapi dan tidak sama saja capeknya....

foto ini aku ambil saat sedang berlangsungnya serah terima (hand over). pada saat serah terima, maka dilakukan pemeriksaan akhir untuk memastikan semua pekerjaan telah dikerjakan secara baik. Pada saat itu biasanya yang menjadi permasalahan adalah pekerjaan pengecatan yang sering tidak rapi contohnya pada pengecatan area kitchen zink seperti gambar di atas.

sepatu-copy

sepatu saja ada pasangannya..

Aku selalu terkesan saat melihat rumah shelter yang disediakan kepada korban tsunami pada masa tanggap darurat dahulu. Material kayu yang berserat dan pemasangan yang apik selalu menjadi pola yang artistik. Pada suatu saat aku melihat objek dua buah pasang sepatu yang disangkutkan di dinding rumah shelter, maka tanpa mau berkompromi dengan kerjaan aku langsung mengabadikannya dengan beberapa kali eksekusi untuk mendapatkan beberapa alternatif gambarnya.

rehatlah sejenak fren..

rehatlah sejenak fren..

Fotografi menjadi penawar dalam kepenatan rutinitas hari-hariku dia, dia juga menjadi pengiring dalam setiap perjalananku.

Saat kamera tersandang di bahu.

mata tak mau diam menjelajahi sekitar.

Otak memindai setiap imaji yang dikirim oleh mata.

hmm,. yup itu dia,..

Saat objek tertangkap, saat itu jantung berdegup kencang,.

Otakku langsung mengkonsepsi.

Jemaripun mulai menari di atas tombol kamera.

Mata mulai meneropong.

Komposisi dimulai.

Nafas pun terhenti.

Klick,. Gotcha,….

Perfect,.

Alhamdulillah..

Thanks God..

Hand Over ke-200

February 5, 2009 § Leave a comment

ho1Hand Over atau serah terima merupakan hal terpenting dalam sebuah proyek konstruksi. Hand Over berarti pihak pelaksana menyerahkan hasil pekerjaannya kepada pemilik proyek, dengan demikian apa yang menjadi kewajiban pelaksana telah berakhir, namun masih harus bertanggung jawab untuk melakukan perawatan.

Dengan memenuhi tanggung jawabnya kepada pemilik proyek, maka pemilik proyek juga berkewajiban untuk membayarkan sisa pembayaran atas pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh pelaksana.

Aceh Jaya Housing Construction Contract 11 Canadian Red Cross Society, dengan kontaraktor pelaksana di percayakan kepada PT Wijaya Karya.

Proyek ini terbagi atas tujuh desa yaitu : Lhok Geulumpang (LG), Patek Bawah (PB), Jeumpheuk (JPK), Cot Langsat (CL), Babah Nipah (BN), Patek Fajar (PF) dan Mata Ie (MI). Total rumah yang dibangun adalah 817 unit rumah permanen Type 36.

Dalam skala kuantitas pekerjaan yang besar, maka hand over dilakukan secara bertahap. Pada tanggal 05 Februari 2009 hand over desa Lhok Geulumpang mencapai angka yang ke-200 dari jumlah 228 unit rumah, secara keseluruhan total rumah yang sudah di hand over berjumlah 557 dari jumlah 817 unit secara keseluruhan.

Studio Sebagai Inti Pendidikan Arsitektur

February 4, 2009 § 2 Comments

perspektif

SPA, STUPA, STUDIO merupakan sebutan yang cukup familiar bagi mereka2 yang bergelut di bidang rancang bangun. Studio merupakan intinya, artinya seyogyanya mahasiswa arsitektur benar-benar hidup di dalam studionya selama mengerjakan sebuah disain.

Selama ini mahasiswa cukup direpotkan dengan bercabangnya konsentrasi mereka dalam mengerjakan disain, mereka disibukkan dengan tugas-tugas lain yang tidak megarah langsung kepada disain mereka, contohnya seorang mahasiswa sedang merancang kompleks sekolah dengan massa banyak namun mendapat tugas lain diluar studio seperti survei mengenai lift untuk mata kuliah utilitas, nah hasil survei mereka tidak bisa diaplikasikan langsung di disain mereka karena mereka tentu tidak menggunakan lift untuk sekolah rancangannya. sebaiknya mereka melakukan studi mengenai olah lansekap sehingga mereka dapat mengaplikasikan pada disain mereka. hematnya semua mata kuliah lain pendamping mata kuliah studio diarahkkan untuk membantu mereka meningkatkan pengetahuan mereka untuk diaplikasikan ke rancangannya.

Dengan sistem seperti itu setiap hari mereka berada di studio mereka. mata kuliah lainnya dilebur ke dalam mata kuliah studio, mungkin untuk hari senin masuk bahasan mengenai teori2 arsitektur dan minggu depannya si dosen yang bersangkutan akan meminta kepada mahasiswanya sudah punya teori yang mendasari rancangannya, begitu juga mungkin hari selasa akan dibahas mengenai tata lansekap dan minggu depannya dosen yang bersangkutan akan meminta semua mahasiswanya sudah memiliki konsep untuk tata lansekapnya sehingga semua-semuanya akan mengerucut pada disainnya masing-masing ini akan lebih efektif melahirkan arsitek2 yang handal dari kampus tercinta kita FT Universitas Syiah Kuala!.